Agus Basuki bin Suwito Hadiwiryono
Basuki menghabiskan masa kecilnya di Semarang bersama bapaknya yang juga berkecimpung di bidang yang sama. Ayah Basuki adalah Pete alias Suwito yang juga mantan dari anggota Srimulat. Keduanya sama-sama memulai karir dari wayang orang khususnya komunitas wayang orang Sri Wanito Semarang. Keduanya pun sama-sama mendapat peran menjadi punakawan gareng.
Kesamaan lainnya adalah keterampilan tari yang bisa dilihat asalnya dari ibu Basuki yang juga seorang penari di Sriwedari Surakarta, sehingga ia pintar menari sejak kecil. Keluwesan Basuki dalam menari ditunjukkan dalam iklan salah stau perusahaan jamu dengan narasi “wes-ewes-ewes”.
Lelaki kelahiran 5 Maret 1956 ini mengidolakan ayahnya dan Benyamin S. Usai berkarir di komunitasnya ia mencoba mengikuti srimulat. Ia kemudian lolos beberapa babak dan menyesuaikan diri agar bisa bertahan dalam babak penyisihan. Akhirnya ia diterima di Srimulat. Maka sejak 1981-1986 ia mengembangkan karier di dunia pelawak.
Setelah keluar dari Srimulat dia sempat membuat sebuah grup Merdeka bersama Kadir, Timbul, Nurbuat dan Rohana, namun tidak bertama lama. Tiga orang tertinggal yaitu Basuki, Timbul, dan Kadir. Mereka pun membuat lagi sebuah grup yang diberi nama Batik Grup, namun grup tersebut hanya bertahan 3 tahun.
Pada 1992 Tito Karno menyampaikan tawaran Rano Karno pada Basuki Srimulat sebagai pendukung di serial Si Doel Anak Sekolahan sebagai tokoh bernama Mas Karyo. Berawal datang sebagai bintang tamu dalam 2 atau 3 episode, sesudahnya pada Si Doel seri berikutnya ia dipercaya sebagai pemain tetap.
Basuki banyak main di film komedi layar lebar yang marak pada dekade 80-an. Publik kemudian lebih mengenalnya melalui panggung Ketoprak Humor bersama para eks-Srimulat lainnya. Dan karir Basuki seperti mencapai puncaknya setelah bersama Rano Karno ia turut membintangi serial televisi “Si Doel Anak Sekolahan” pada 1992 sebagai Mas Karyo.

