Selamat datang di

Museum Gubug Wayang

didirikan oleh Yensen Project Indonesia sebagai wujud rasa peduli terhadap seni dan budaya Indonesia yang beraneka ragam. Kecintaaan terhadap sejarah seni dan budaya Indonesia memberikan semangat untuk menjaga dan melestarikannya. Koleksi yang ada meliputi wayang dari berbagai daerah di Indonesia, pusaka asli Indonesia, alat musik tradisional, mainan anak–anak, topeng dan lain lainnya.

Wisata Edukasi Seni dan Budaya menjadi tujuan utama berdirinya Museum Gubug Wayang Mojokerto. Dengan tujuan, agar masyarakat lebih mengenal dan merasa memiliki seni dan budaya yang sudah diwariskan secara turun temurun. Sebagai salah satu pilar seni dan budaya Indonesia yang menghadirkan berbagai keberagaman Nusantara, museum ini memiliki peranan penting dalam pendidikan karakter budaya masyarakat Indonesia.

Museum yang diresmikan pada tanggal 15 Agustus 2015, berlokasi di tengah Kota Mojokerto. Dengan bangunan tiga lantai, Museum Gubug Wayang menghadirkan berbagai karya anak bangsa dari berbagai macam daerah. Kecintaan Gubug Wayang akan indahnya budaya di Indonesia menjadi semangat untuk terus berbenah dan memberikan informasi sejarah tentang seni dan budaya Indonesia.

Yensen Project Indonesia

Agenda

Yang Akan Datang

Jam Kunjungan

Selasa, Rabu, Kamis, Jumat : 09.00-17.00
Sabtu, Minggu, Hari Libur : 09.00-17.00 / 09.00-20.00 *
Senin : Tutup

Ketentuan Reservasi Tour/Kunjungan:
Pemesanan hari minimal 1 minggu sebelum agenda
Reservasi bisa ke kantor/CP/E-mail admin.
* dengan konfirmasi minimal 1 minggu sebelum kunjungan,
secara grup/kelompok/instansi.

Topeng

Tiket Masuk

Dewasa/Umum/Mahasiswa : 30.000 IDR
Siswa/Pelajar : 25.000 IDR *
Wisatawan Manca : 50.000 IDR

* Subsidi 20% (per siswa) dengan kunjungan
minimal 30 peserta.

Harga sudah termasuk jasa tour guide.
Disediakan edukasi interaktif (merakit wayang karton)
dengan tambahan biaya tertentu.

Berlangganan Buletin Kami

Berita

Testimonial

Apa Kata Mereka?

Miftakhul Ulum Syaifulloh

Museum yang mengedukasi untuk berbagai usia pengunjung.

Pilihan yang tepat untuk menggugah kembali kearifan budaya Indonesia.

Miftakhul Ulum Syaifulloh

CEO Mitra Informatika Web Developer
Anton Prijatno, SH

Karya Seni adalah suatu identitas sosial pada masanya.

Museum Gubug Wayang Mojokerto tumbuh dan berkembang selaras dengan kebutuhan pendidikan Indonesia.

Anton Prijatno, SH

Ketua Yayasan UBAYA
Prof. Ir. Joniarto Parung, MMBAT, Ph.D.

Setiap orang memiliki potensi untuk berkembang dalam lingkungan yang tepat.

Tetapi perkembangan tersebut akan tumbuh lebih cepat apabila setiap individu saling terbuka dengan segala perbedaan.

Museum Gubug Wayang adalah tempat yang tepat untuk melihat keindahan dalam perbedaan di Indonesia.

Prof. Ir. Joniarto Parung, MMBAT, Ph.D.

Rektor UBAYA
Prof. Paramita Atmodiwirjo,S.T., Ph.D., M.Arch.

Museum Gubug Wayang, menggambarkan kearifan budaya bangsa melalui seni Nusantara yang mempesona.

Dengan koleksi yang beragam, memberikan stimulasi kepada setiap pengunjung untuk terus melestarikan budaya Indonesia. Semoga dapat terus berkembang dan menyebarluaskan pengetahuan budaya untuk semua kalangan.

Prof. Paramita Atmodiwirjo,S.T., Ph.D., M.Arch.

Dosen Senior Fakultas Arsitektur UI Jawa Barat
Dr. Ir. Antonius Tanan, MBA, MSc, MA

Museum Gubug Wayang bukan sekedar pelestari budaya lokal namun museum ini adalah sebuah titik berangkat untuk menginspirasi generasi muda bangsa. Dengan terus menerus menginovasi  keragaman dan keindahan budaya Indonesia agar menjadi produk-produk ekonomi kreatif yang dapat mengangkat kesejahteraan para pelakunya.

Dr. Ir. Antonius Tanan, MBA, MSc, MA

Dosen Senior Universitas Ciputra Surabaya
Ir. Yohannes Somawiharja, M.Sc

Museum Gubug Wayang adalah wujud gairah cinta pada nilai dan jatidiri Indonesia. Simpanan kekayaan budaya bangsa yang hampir terlupakan.

Tempat bagi para pemuda pembangun keindonesiaan menimba inspirasi dan mendapatkan material kearifan lokal yang berkwalitas.

Untuk membangkitkan kreativitas membangun Indonesia yang dicintai, dibanggakan dan nyaman dihuni bersama.

Ir. Yohannes Somawiharja, M.Sc

Rektor Universitas Ciputra Surabaya
Michael Nathaniel K., S.Sn.,MA

Warisan budaya tidaklah berbicara mengenai sesuatu hal di masa lampau, melainkan berbagai usaha kita bersama menciptakan budaya masa kini. Budaya yang tetap menjaga nilai – nilai luhur budaya lampau sebagai warisan masa depan. Museum Gubug hadir dengan inisiatif kreatif, menggabungkan dunia museum dengan dunia pendidikan. Dengan demikian, generasi muda akan siap menghadapi tantangan era globalisasi.

Michael Nathaniel K., S.Sn.,MA

Kepala Center for Creative Heritage Studies Univ. Ciputra
Hubungi WhatsApp Kami