LAMPAUI TARGET! Penghargaan MURI Koleksi Museum Gubug Wayang

Mojokerto, 09/04/2024

Penghargaan MURI untuk Koleksi Museum Gubug Wayang Mojokerto telah lampaui target. Dari yang direncanakan hanya beberapa item koleksi saja, namun pada awal 2024 museum dengan tema Kamardikan ini mampu memperoleh 9 penghargaan. Hal yang tidak mudah, selain harus melewati beberapa mekanisme dan validasi dari Tim MURI, museum juga harus menjaga seluruh koleksi yang akan diajukan dalam keadaan yang terbaik. Koleksi – koleksi tersebut diantaranya:

1. KERIS KESEIMBANGAN 3,5 METER

Koleksi pertama yang dinobatkan oleh MURI sebagai masterpiece koleksi Dunia adalah Keris Keseimbangan dengan panjang 3,5 Meter. Pusaka ini ditempa di daerah Aeng Tong Tong, Sumenep, Madura dan telah menjadi koleksi Museum sejak tahun 2016. Murni unsur matematika dan fisika dalam pembuatan pusaka ini, jadi tidak ada sama sekali unsur gaib atau mistis seperti kabar yang tersebar. Pusaka ini juga menjadi ikon kirab Pusaka Nusantara bersama Keris Kyai Tenggara Gajah Liman milik Presiden Joko WIdodo yang diadakan oleh Museum Keris Solo, Jawa Tengah.

2. AKIK KALSEDON ABJAD LENGKAP 20 SERI

Akik, bagi sebagian orang dianggap sesuatu yang hanya membuat nyentrik saja. Namun bagi Museum Gubug Wayang, akik memiliki makna dan kisah hidup serta keunikan tersendiri. Di poles oleh pengrajin akik asal Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur, akik ini didapatkan dari daerah Pacitan. Akik dari batu kalsedon koleksi Museum Gubug Wayang ber-abjad lengkap (A-Z) sebanyak 20 Seri juga telah memperoleh Penghargaan MURI. Tidak ada rekayasa sama sekali dalam pemolesan setiap batuannya. Selain telah memperoleh Penghargaan MURI, batuan akik inipun telah memiliki sertifikat keaslian dan data detailnya.

3. TOPENG PANJI MALANGAN TERKECIL TERBANYAK TERLENGKAP

Penghargaan lain dari MURI untuk pelestarian dan pemajuan Kebudayaan yang telah dicapai oleh Museum Gubug Wayang adalah Topeng Panji Malangan Terkecil Tebanyak Terlengkap berjumlah 100 item. Koleksi ini dibuat oleh para maestro Topeng Panji Malangan sejak era 40an dan menjadi satu – satunya bentuk topeng mini dengan ukuran 2 cm yang digunakan sebagai contoh (matras) pembuatan topeng dengan ukuran 1:1. Tampak detail dari setiap ukirannya disertai dengan lubang – lubang layaknya topeng ukuran 1:1. Dengan bahan kayu Sono Keling, perawatan intensif dari Museum Gubug Wayang untuk menjaga keutuhan koleksi inipun sangat ekstra hati – hati.

4. WAYANG POTEHI SERIBU WAJAH

Potehi yang erat kaitannya dengan wayang akulturasi budaya telah mengakar jauh menjadi budaya lokal yang tak terpisahkan. Pun, telah menjadi salah satu koleksi masterpiece Museum Gubug Wayang sejak 2013, Wayang kecil ini telah mendapatkan penghargaan MURI dengan kategori koleksi Wayang Potehi Klasik Terbanyak Terlengkap di Dunia. Dibuat oleh para pengrajin Daerah Tulungagung, Kediri, Jombang dan Mojokerto, Wayang ini pun memiliki evolusi panggung terpanjang juga, terhitung 18 meter.

5. AKIK KALSEDON NAMA – NAMA PRESIDEN RI

Akik, bagi sebagian orang dianggap sesuatu yang hanya membuat nyentrik saja. Namun bagi Museum Gubug Wayang, akik memiliki makna dan kisah hidup serta keunikan tersendiri. Di poles oleh pengrajin akik asal Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur, akik ini didapatkan dari daerah Pacitan. Akik dari batu kalsedon koleksi Museum Gubug Wayang ini memiliki abjad yang kemudian digabungkan menjadi nama – nama presiden RI juga telah memperoleh Penghargaan MURI. Tidak ada rekayasa sama sekali dalam pemolesan setiap batuannya. Selain telah memperoleh Penghargaan MURI, batuan akik inipun telah memiliki sertifikat keaslian dan data detailnya.

6. KERIS KESEIMBANGAN TERKECIL DI DUNIA

Masih dari dunia Pusaka, Keris keseimbangan terkecil di dunia koleksi Museum Gubug Wayang setinggi 6,5cm. Keris yang dapat diberdirikan tanpa penyangga ini merupakan karya pengrajin keris/empu Aeng Tong Tong, Sumenep, Madura. Tidak hanya dari ukurannya saja yang unik, namun tingkat kedetailan dari pamor dan deder/pegangannya sangat khas.

7. 100 TOKOH TOPENG RAMAYANA GAYA MALANGAN

Purwacarita Ramayana menjadi salah satu cerita epos yang terkenal di Indonesia. Namun, tidak hanya dalam bentuk relief, wayang dan sendratarinya saja, akan tetapi dari bentuk tari murni nya juga mulai dikenal. Topeng Ramayana Gaya Malang, dibuat oleh para pengrajin Topeng dari daerah Malang ini memiliki guratan khas yang menunjukkan ketegasan karakter. 100 Topeng Tokoh Ramayana yang telah mendapat penghargaan MURI ini, sekarang terpajang di Museum Ganesya (Gubug Wayang Grup/Hawai) Malang.

8. TOPENG PANJI CIREBON TERLENGKAP TERBANYAK

Berbeda halnya dengan Topeng Panji Malangan, Topeng Panji Cirebon merupakan penggambaran fase kehidupan manusia. Koleksi Museum Gubug Wayang inipun turut mendapatkan penghargaan MURI dengan kategori Topeng Panji Cirebon Terbanyak Terlengkap, berjumlah 100 tokoh. Topeng klasik ini di dapat dari salah satu pelestari budaya Jakarta yang bernama Bp. Tizar Purbaya. Saat ini, koleksi Topeng Panji Cirebon ini terpajang secara rapi sebagai salah satu spot edukasi di Museum Ganesya (Gubug Wayang Grup/Hawai) Malang.

9. TOPENG PANJI MALANGAN TERLENGKAP TERBANYAK

Topeng Panji Malangan yang memperoleh penghargaan MURI kali ini adalah topeng dengan bentuk 1:1. Topeng Panji Malangan mengisahkan perjuangan Panji Asmorobangun mencari Dewi Sekartaji. Mereka berdua adalah penggambaran bersatunya dua kerajaan Klasik Jawa bagian Timur yakni Jenggala dan Kadiri yang dipimpin oleh Raja Kameswara dan Dewi Kirana. Topeng ini masuk sebagai koleksi Museum Gubug Wayang sejak 2013 dan saat ini dipajang sebagai salah satu spot edukasi di Museum Ganesya (Gubug Wayang Grup/Hawai) Malang.

 

Tinggalkan Komentar

Hubungi WhatsApp Kami