Museum Gubug Wayang, Mojokerto – Pada hari Kamis, 21 Mei 2026, pukul 11.00 WIB, Pak Dahlan Iskan beserta rombongan melakukan kunjungan ke Museum Gubug Wayang. Kunjungan tersebut berlangsung hangat dan informatif, dengan Pak Dahlan melihat seluruh koleksi museum yang terpampang dari lantai 1 hingga lantai 3.
Selama kunjungan, Pak Dahlan didampingi oleh Dea Putri Njoto, putri pemilik Museum Gubug Wayang, yang memandu rombongan menjelaskan sejarah, makna, dan fungsi berbagai wayang koleksi. Rombongan menyaksikan koleksi wayang kulit, wayang golek, serta berbagai koleksi lengkap si unyil.
Di lantai 1, Pak Dahlan dan rombongan diperkenalkan pada koleksi lengkap keris, koleksi lengkap pak raden, serta koleksi lengkap wayang golek si unyil, dan juga alat musik tradisional, yaitu Gamelan.
Di lantai 2, mereka melihat ragam wayang golek dari berbagai daerah dan koleksi lengkap kaset jadul. Lantai 3 menampilkan koleksi lengkap wayang golek dari Betawi, yaitu Si Pitung, serta koleksi lengkap permainan tradisional jaman dulu, seperti bekel, kelereng, kodok-kodokan, dan lainnya. Di ujung lantai tiga terdapat koleksi lengkap wayang potehi, serta alat musik yang digunakan untuk pertunjukkan wayang potehi.
Dea Putri menjelaskan bahwa tujuan museum adalah melestarikan warisan wayang lokal dan memberikan edukasi kepada generasi muda. Pak Dahlan menyampaikan apresiasi atas upaya pelestarian tersebut dan menyatakan dukungan terhadap program-program edukasi yang dijalankan museum.

Kunjungan berlangsung sekitar satu setengah jam, Pak Dahlan Iskan menyempatkan diri meninjau koleksi baru milik museum yang belum resmi dibuka untuk umum, yakni Museum Cipta Mahardika. Pihak museum berharap kunjungan ini dapat meningkatkan perhatian publik terhadap seni pewayangan dan mendorong lebih banyak kunjungan edukatif ke Museum Gubug Wayang.
