Wayang Kulit Pancasila: Kisah Evolusi Garuda sebagai Lambang Persatuan Bangsa

Di antara beragam koleksi yang dimiliki Museum Gubug Wayang, terdapat sebuah karya yang sarat akan nilai sejarah, kebangsaan, dan seni, yaitu Wayang Kulit Pancasila karya Nanang Rahmat Hidayat, yang juga dikenal sebagai Nanang Garuda. Beliau lahir di Mojokerto, 10 Mei 1966, seorang seniman yang juga akademisi dari ISI Yogyakarta. Sehari-hari bekerja sebagai dosen di Fakultas Seni Media Rekam, ISI Yogyakarta.

Seniman sekaligus peneliti asal Yogyakarta ini dikenal luas karena dedikasinya dalam meneliti sejarah dan perkembangan lambang negara Indonesia, Garuda Pancasila. Melalui berbagai karya seni, Nanang berupaya mengenalkan kembali makna filosofis Garuda sebagai simbol identitas bangsa Indonesia.

Wayang Kulit Pancasila yang dipajang di lantai 2 Museum Gubug Wayang dibuat pada tahun 2008. Karya ini tidak sekadar menghadirkan bentuk wayang sebagai media pertunjukan, tetapi juga menjadi media edukasi yang menceritakan evolusi atau perkembangan lambang negara Indonesia, yaitu Burung Garuda yang menggenggam pita putih bertuliskan Bhinneka Tunggal Ika. Melalui visual wayang, pengunjung diajak memahami perjalanan terbentuknya lambang negara sekaligus menelusuri makna yang terkandung di dalamnya.

Keunikan Wayang Kulit Pancasila terletak pada ornamen yang mengelilingi tokoh Garuda. Berbagai motif khas dari sejumlah daerah di Indonesia, seperti Bali, Papua, Sumatra, dan daerah lainnya, dipadukan menjadi satu kesatuan yang harmonis. Ragam ornamen tersebut melambangkan kekayaan budaya Nusantara yang terdiri atas berbagai suku, bahasa, adat istiadat, agama, dan tradisi.

Makna yang ingin disampaikan melalui karya ini sejalan dengan semboyan negara, Bhinneka Tunggal Ika, yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Keberagaman bukanlah penghalang untuk hidup berdampingan, melainkan menjadi kekuatan yang memperkokoh persatuan bangsa Indonesia. Pesan tersebut diwujudkan secara visual melalui perpaduan berbagai unsur budaya yang mengelilingi sosok Garuda sebagai simbol pemersatu.

Sebagai salah satu koleksi unggulan Museum Gubug Wayang, Wayang Kulit Pancasila menjadi bukti bahwa seni wayang mampu berkembang mengikuti zaman dan menjadi media pembelajaran yang relevan. Karya ini tidak hanya mengangkat nilai estetika, tetapi juga mengajarkan sejarah, nasionalisme, serta pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman budaya Indonesia.

Melalui Wayang Kulit Pancasila, Museum Gubug Wayang menghadirkan pengalaman belajar yang menghubungkan warisan budaya dengan semangat kebangsaan, sehingga pengunjung tidak hanya menikmati keindahan seni, tetapi juga memahami makna mendalam di balik simbol Garuda Pancasila sebagai identitas bangsa Indonesia.

Tinggalkan Komentar

Hubungi WhatsApp Kami