Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc. meresmikan Museum Gubug Wayang II di Kota Mojokerto, Minggu (13/9/2026) sore. Didampingi Wali Kota Mojokerto Hj. Ika Puspitasari, S.E. (Ning Ita), serta sejumlah tokoh seni dan budaya, Fadli Zon berkeliling meninjau koleksi di Museum Cipta Mahardhika, Museum Gubug Wayang, dan Museum Martayoga yang didedikasikan oleh Yayasan Yansen Project. Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan koleksi lintas zaman sekaligus menegaskan potensi museum sebagai bagian dari penguatan wisata sejarah, budaya, dan ekonomi kreatif di Mojokerto.
Kegiatan workshop wayang suket ini diikuti sekitar 120 mahasiswa dari Universitas Diponegoro (Undip) dan Universitas Indonesia (UI).
Sebelum permainan digital menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, anak-anak Indonesia tumbuh dengan berbagai permainan tradisional yang sederhana, tetapi mampu menghadirkan kebahagiaan. Salah satu mainan yang pernah populer adalah mobil-mobilan yang terbuat dari seng. Mainan ini…
Semangat juang dan kerja keras kembali ditunjukkan oleh tim Barongsai LII ONG XHI dalam ajang perlombaan Wali Kota Cup.
Para peserta Gus Yuk Kota Mojokerto berkesempatan mengunjungi Museum Gubug Wayang dalam rangka kegiatan wisata edukasi budaya.
Pada Kamis, 11 Juni 2026, museum ini menerima kunjungan istimewa dari sekitar 100 orang senior dan pendiri BBMC (Bikers Brotherhood Motorcycle Club), salah satu komunitas motor klasik tertua dan paling legendaris di Indonesia.
Panny Farthing merupakan sepeda roda besar yang populer pada akhir abad ke-19 dan menjadi salah satu simbol perkembangan transportasi dunia pada masa itu. Museum Gubug Wayang turut berpartisipasi dalam ajang IVCA Panny Farthing 2026 yang diselenggarakan pada tanggal 22–24 Mei 2026 di kawasan Candi Prambanan, Klaten.
Museum Gubug Wayang kembali menghadirkan kegiatan edukatif dan inspiratif melalui Pekan Dongeng, sebuah program yang bertujuan menumbuhkan minat baca, imajinasi, serta kecintaan anak-anak terhadap budaya dan nilai-nilai luhur bangsa. Pada kesempatan ini, Museum Gubug Wayang mengundang Kak Aio (Mochamad Ariyo Faridh Zidni), seorang pendongeng sekaligus penggerak literasi ternama di Indonesia.
Pada Sabtu, 25 April 2026, siswa-siswi SMPI Al Akbar melaksanakan kegiatan foto yearbook di Museum Gubug Wayang. Pemilihan museum sebagai lokasi pemotretan menghadirkan suasana yang berbeda. Di tengah koleksi wayang, ornamen tradisional, serta nuansa bangunan…
Museum Gubug Wayang Mojokerto sendiri berdiri sebagai wujud rasa peduli terhadap seni dan budaya Indonesia yang beraneka ragam. Oleh karena itu, kami berharap kegiatan outing class ini dapat meningkatkan kesadaran dan apresiasi para siswa terhadap budaya dan sejarah Indonesia.
