MUSEUM GUBUG WAYANG BERPARTISIPASI MENGIKUTI PAMERAN DALAM IVCA PANNY FARTHING DI CANDI PRAMBANAN

Museum Gubug Wayang turut berpartisipasi dalam ajang IVCA Panny Farthing 2026 yang diselenggarakan pada tanggal 22–24 Mei 2026 di kawasan Candi Prambanan, Klaten. Kegiatan ini menjadi salah satu perhelatan budaya dan sejarah yang berhasil menarik perhatian masyarakat serta wisatawan dari berbagai negara. Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Klaten dan berlangsung dengan meriah. Keikutsertaan Museum Gubug Wayang dalam pameran ini menjadi kesempatan berharga untuk memperkenalkan koleksi budaya, dan berbagai warisan nusantara kepada masyarakat yang lebih luas.

Panny Farthing merupakan sepeda roda besar yang populer pada akhir abad ke-19 dan menjadi salah satu simbol perkembangan transportasi dunia pada masa itu. Dalam acara ini, para peserta menampilkan berbagai sepeda roda besar yang unik dan menarik. Salah satu sosok yang turut berperan penting dalam pelestarian sepeda klasik tersebut adalah Pak Antok dari Purbalingga, yang dikenal sebagai pembuat dan pengrajin sepeda roda besar. Melalui keterampilan dan dedikasinya, sepeda-sepeda klasik tersebut dapat terus diperkenalkan kepada masyarakat sehingga generasi masa kini dapat mengenal sejarah perkembangan transportasi dari masa ke masa.

Selain pameran, IVCA Panny Farthing 2026 juga menggelar perlombaan balap sepeda roda besar yang dilaksanakan di kawasan Candi Prambanan. Perlombaan tersebut terdiri dari kategori individu dan berpasangan yang diikuti oleh peserta dari berbagai daerah. Museum Gubug Wayang berhasil meraih Juara 2 kategori berpasangan, sebuah pencapaian yang membanggakan dan menjadi bukti semangat dalam mendukung kegiatan pelestarian budaya dan sejarah.

Antusiasme pengunjung selama acara berlangsung sangat luar biasa. Dari pukul 07.00 hingga 20.00 WIB, area pameran tidak pernah sepi oleh pengunjung yang ingin melihat koleksi yang disajikan. Tidak hanya wisatawan domestik, acara ini juga dikunjungi oleh tamu dari berbagai negara seperti Inggris, Prancis, Belanda, Jerman, Malaysia, dan Kosta Rika. Mereka tampak antusias mengunjungi stan Museum Gubug Wayang untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya Indonesia.

Tidak hanya pameran budaya, acara ini juga menghadirkan berbagai stan menarik yang menampilkan produk-produk kreatif dan tradisional. Pengunjung dapat menikmati makanan jadul, minuman jamu tradisional, serta berbagai kerajinan ecoprint yang diolah menjadi tas, sepatu, dan pakaian. Selain itu, terdapat pula stan batik yang menawarkan berbagai produk seperti baju dan kain tradisional (sewek). Bagi pecinta barang antik dan koleksi lawas, tersedia stan klitikan yang menjual beragam barang jadul bernilai sejarah. Kehadiran berbagai stan tersebut semakin menambah daya tarik IVCA Panny Farthing 2026 sebagai ajang yang memadukan unsur sejarah, budaya, ekonomi kreatif, dan pariwisata dalam satu perhelatan yang berkesan.

Tinggalkan Komentar

Hubungi WhatsApp Kami