Dasamuka atau Rahwana merupakan salah satu tokoh utama dalam cerita pewayangan Ramayana. Ia digambarkan sebagai sosok rakshasa yang menyeramkan, sakti, dan memiliki watak angkara murka. Dasamuka merupakan putra Resi Wisrawa dan Dewi Sukesi, putri Prabu Sumali, raja negara Alengka. Ia memiliki tiga saudara kandung, yaitu Arya Kumbakarna, Dewi Sarpakenaka, dan Arya Wibisana. Selain itu, Dasamuka memiliki saudara seayah lain ibu, yakni Wisrawana atau Prabu Danaraja, putra Resi Wisrawa dan Dewi Lokawati.
Dasamuka dikenal memiliki keberanian dan kesaktian luar biasa. Ia memiliki Aji Rawarontek yang diperolehnya dari Prabu Danaraja serta Aji Pancasona dari Resi Subali. Setelah menjadi raja Alengka, Dasamuka dikenal sebagai penguasa yang keras dan ambisius. Ia menyingkirkan pamannya, Prahasta, serta membunuh kakak tirinya, Prabu Danaraja, untuk merebut negara Lokapala.
Dalam kisah Ramayana, Dasamuka sangat menginginkan Dewi Sinta karena menganggapnya sebagai titisan Bathari Sri Widowati. Ia kemudian menculik dan menyekap Dewi Sinta di Taman Hargasoka, negara Alengka, selama bertahun-tahun. Tindakan tersebut menjadi pemicu peperangan besar antara Dasamuka dan Prabu Rama.
Julukan Dasamuka berarti “sepuluh wajah”, yang dalam pewayangan menggambarkan sosoknya yang memiliki sepuluh kepala. Karakter Dasamuka menjadi simbol keserakahan, kesombongan, dan angkara murka yang berhadapan dengan nilai kebenaran dan kesetiaan.
Kisah tokoh Dasamuka juga dapat dijumpai di Museum Gubug Wayang melalui koleksi wayang yang menggambarkan sosoknya. Koleksi tersebut menjadi bagian dari kekayaan koleksi pewayangan museum yang memperkenalkan berbagai karakter dalam cerita Ramayana kepada masyarakat. Melalui koleksi ini, pengunjung tidak hanya dapat melihat bentuk visual tokoh Dasamuka, tetapi juga mengenal kisah, karakter, serta nilai-nilai budaya yang terkandung dalam dunia pewayangan.
