Museum Gubug Wayang kembali memperluas langkahnya dalam menghadirkan ruang edukasi dan rekreasi berbasis budaya melalui kolaborasi bersama Jatim Park 1. Kolaborasi tersebut diwujudkan dalam trial opening Mega Science Center yang berlangsung pada 16 September 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu momentum penting dalam memperkenalkan wahana edukasi yang memadukan unsur pengetahuan, budaya, dan hiburan bagi masyarakat.
Trial opening Mega Science Center turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting di Jawa Timur. Kehadiran Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Malang, Wali Kota Batu, serta jajaran tamu undangan lainnya menjadi bagian dari rangkaian peresmian dan pengenalan fasilitas tersebut kepada masyarakat.
Mega Science Center dirancang sebagai ruang yang memberikan pengalaman edukatif dengan pendekatan yang lebih interaktif. Kehadirannya diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan wisata edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, dengan menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya diperoleh melalui buku, tetapi juga melalui eksplorasi dan interaksi secara langsung.
Suasana trial opening semakin meriah dengan kehadiran sejumlah pelawak ternama Indonesia. Museum Gubug Wayang turut menghadirkan Nunung, salah satu pelawak populer Indonesia, serta dua pelawak senior dari Srimulat, yaitu Abah Kadir dan Abah Kirun. Kehadiran para komedian tersebut memberikan warna tersendiri dalam kegiatan sekaligus menghadirkan hiburan bagi para tamu undangan.
Kolaborasi antara Museum Gubug Wayang dan Jatim Park 1 menunjukkan adanya upaya untuk mempertemukan unsur budaya, pendidikan, ilmu pengetahuan, dan hiburan dalam satu pengalaman wisata. Museum Gubug Wayang yang selama ini dikenal melalui berbagai koleksi seni dan budaya Nusantara terus mengembangkan ruang edukasi agar warisan budaya dapat hadir dalam bentuk yang lebih dekat dengan masyarakat.
Melalui hadirnya Mega Science Center, kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi langkah baru dalam memperkuat ekosistem wisata edukasi di Jawa Timur. Tidak hanya menjadi tempat untuk berkunjung dan berekreasi, ruang tersebut juga diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk belajar, mengenal pengetahuan baru, serta menikmati pengalaman budaya dan edukasi secara bersamaan.
