Kolaborasi Budaya dan Persaudaraan: Kunjungan BBMC Indonesia ke Museum Gubug Wayang

Mojokerto, 11 Juni 2026 – Museum Gubug Wayang kembali menjadi destinasi wisata budaya yang menarik perhatian berbagai kalangan. Pada Kamis, 11 Juni 2026, museum ini menerima kunjungan istimewa dari sekitar 100 orang senior dan pendiri BBMC (Bikers Brotherhood Motorcycle Club), salah satu komunitas motor klasik tertua dan paling legendaris di Indonesia.

BBMC didirikan di Bandung pada 13 Juni 1988 dengan pusat organisasi yang dikenal sebagai Mother Chapter. Komunitas ini mewadahi para pecinta sepeda motor klasik asal Amerika dan Eropa, sekaligus dikenal sebagai organisasi yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan, solidaritas, loyalitas, dan kepedulian sosial terhadap masyarakat. Dari organisasi ini juga lahir komunitas yang dikenal dengan nama Bikers Brotherhood 1% MC, yang memiliki identitas dan karakter tersendiri dalam dunia otomotif Indonesia.

Rombongan tiba di Museum Gubug Wayang sekitar pukul 18.00 WIB menggunakan dua unit bus. Kedatangan para tamu disambut dengan hangat melalui penampilan Tari Gandrung yang dibawakan oleh para penari dari Sanggar Biyang Agung. Alunan musik tradisional dan gerakan tari yang anggun menghadirkan suasana khas budaya Nusantara, memberikan kesan mendalam sekaligus menjadi bentuk penghormatan kepada para tamu yang datang dari berbagai daerah.

Setelah prosesi penyambutan, panitia membagi peserta menjadi dua kelompok agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan nyaman dan tertib. Kelompok pertama diarahkan menuju Museum Cipta Mahardika untuk menikmati jamuan makan malam yang telah disiapkan. Berbagai hidangan khas disajikan, mulai dari soto ayam, soto daging, es cincau, hingga es kopi, menciptakan suasana santai yang mempererat kebersamaan antaranggota komunitas.

Sementara itu, kelompok kedua mengikuti tur edukatif di Museum Gubug Wayang yang dipandu oleh dua pemandu museum, Pak Budi dan Pak Sya’dan. Para peserta diajak menjelajahi setiap lantai museum, mulai dari lantai satu hingga lantai tiga, sambil mengenal lebih dekat berbagai koleksi wayang, artefak budaya, benda-benda bersejarah, serta kisah-kisah yang melatarbelakangi setiap koleksi yang dipamerkan.

Selama sesi tur berlangsung, para peserta tampak antusias mendengarkan penjelasan dari para pemandu. Tidak sedikit di antara mereka yang mengajukan pertanyaan mengenai sejarah wayang, filosofi tokoh-tokoh pewayangan, hingga upaya pelestarian budaya yang dilakukan oleh Museum Gubug Wayang. Interaksi tersebut menunjukkan tingginya apresiasi para anggota BBMC terhadap warisan budaya Indonesia.

Setelah seluruh peserta menyelesaikan sesi tur dan jamuan makan, kedua kelompok kembali berkumpul untuk berbincang dan berbagi pengalaman selama berada di museum. Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan terasa begitu kental, sejalan dengan nilai persaudaraan yang menjadi filosofi utama BBMC.

Tinggalkan Komentar

Hubungi WhatsApp Kami