Freddy Aris
Nama asli pelawak legendaris Srimulat, Gepeng, adalah Freddy Aris (atau terkadang ditulis Rismanto atau Arismanto). Ia lahir di Muntilan, Magelang, pada 27 Agustus 1950 dan sangat populer di era 1980-an dengan jargon khas, “Untung ada saya”.
Pada masa kecil hingga remajanya, Gepeng menjalani kehidupan yang sulit. Pada usia 9 tahun, ia pindah ke Jakarta mengikuti ayahnya yang bergabung dengan kelompok wayang Wayang Orang Bharata. Kala itu ia mulai mengenal seni panggung dan belajar menari. Kemudian, pada 1966 ia dan keluarganya pindah ke Tegal, bergabung dengan kelompok hiburan Loka Ria. Tak lama kemudian keluarganya kembali ke Magelang.
Mulanya, pada 1978, Gepeng diundang oleh sutradara ketoprak Rustamadji untuk bergabung dengan grup Cokrojiyo yang notabene adalah unit usaha Srimulat Solo. Kala itu ia ditugaskan sebagai penabuh kendang. Namun kemudian, ia diberikan kesempatan naik ke atas panggung dan tampil sebagai pemain selingan yang mengisinya dengan dagelan dalam pentas ketoprak.
Melihat bakat melucu yang dimiliki Gepeng, dari sinilah kemudian Teguh Slamet Rahardjo, pimpinan Srimulat, menarik Gepeng ke dalam pentas Aneka Ria Srimulat. Pada pentas pertamanya tersebut, Gepeng diberi peran sebagai pembantu (batur) Djudjuk. Meski mulanya kaku melawak di atas panggung, namun Gepeng menunjukkan perkembangan yang cepat dalam beberapa bulan saja.
Berkat penampilannya yang memikat, ia kemudian ikut dalam rombongan Srimulat untuk siaran televisi di Jakarta pada 1981 bersama pelawak lainnya seperti Timbul, Nunung, Djudjuk, Basuki, hingga Paul.
Tahun 1982—1985 merupakan masa puncak popularitas Gepeng. Dengan jargonnya tersebut yang semakin populer, Lusi Sumardi, seorang produser film segera mengangkatnya ke layar lebar.
Untung Ada Saya menjadi film komedi pertama yang dibintangi oleh Gepeng bersama pemain Srimulat lainnya pada 1982. Gayung bersambut, kesuksesan film ini dilanjutkan dengan judul lain, yakni Gepeng Mencari Untung (1983) dan Gepeng Bayar Kontan (1983).

