Sang Kyai
KH Hasyim Asy’ari lahir di Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, pada 24 Februari 1871 (14 Rabiul Awal 1287 H), dari keluarga kiai terkemuka, belajar di pesantren-pesantren besar seperti Pesantren Mamba’ul Ma’arif dan sambung rasa di Jawa Timur, menunaikan haji pada 1891 dan 1893-1900 di Mekah di bawah bimbingan ulama seperti Syaikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi, hingga mendirikan Pesantren Tebuireng di Jombang pada 1899 yang menjadi pusat pendidikan Islam tradisional terkemuka. Perjuangannya menonjol melalui pendirian Nahdlatul Ulama (NU) pada 31 Januari 1926 di Surabaya sebagai Rais Akbar pertama untuk mempertahankan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah dari modernisme radikal dan pengaruh kolonial, memimpin perlawanan diam-diam terhadap Belanda, serta mengeluarkan Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 yang memerintahkan umat Islam berperang mempertahankan kemerdekaan RI melawan Sekutu di Surabaya, menginspirasi pertempuran heroik hingga ia wafat di Jombang pada 25 Juli 1947 dan kemudian dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.

