Halaman demi halaman yang bikin kamu terpingkal - pingkal
Komik Petruk Gareng adalah komik dagelan populer Indonesia yang berkembang pesat pada era 1980- an hingga 1990-an, dengan Tatang S. sebagai komikus paling ikonik. Mengambil karakter Punakawan Jawa, komik ini menonjolkan komedi, misteri hantu lokal, dan kehidupan rakyat jelata di Desa Tumaritis dengan gaya modern.
Komik Petruk dan Gareng mulai muncul pada tahun 1960-an. Komikus Indri Soedono sering disebut sebagai salah satu yang mengawalinya sebelum populer di dekade selanjutnya. Pada dekade kedua Tatang Suhenra (Tatang S.) mempopulerkan komik ini dengan gaya banyolan yang khas dan lebih mengena di setiap stuktur masyarakat. Komiknya terjual masif, bahkan dengan harga terjangkau (sekitar 75-200 perak pada zamannya).
Komik ini disukai oleh khalayak luas terutama rakyat kelas bawah yang merasa terwakili oleh karakter para tokoh yang dihadirkan oleh Tatang S. Petruk dan Gareng yang paling sering muncul kerap digambarkan sebagai anak muda pengangguran, kerja serabutan, banyak utang, dan sesekali mancing ikan untuk menghabiskan waktu. Meski kere, mereka adalah anak muda yang selalu menantikan malam Minggu untuk merayu perempuan pujaan, tampil necis, dan peduli lingkungan dengan rajin meronda. Komik Petruk Gareng seringkali disebut dengan komik saku karena bentuknya ukuran yang sedang dan tidak terlalu tebal.
Meski jenaka, setiap akhir cerita selalu menyisipkan pesan moral, kritik sosial, dan nasihat kehidupan.

