Put On diciptakan oleh Kho Wan Gie (1908–1983), seorang komikus Tionghoa Indonesia, yang melalui karyanya berhasil meletakkan dasar perkembangan komik strip di Indonesia. Di tengah dominasi komik impor dan tokoh asing pada awal abad ke-20, Kho Wan Gie menghadirkan Put On sebagai figur lokal yang dekat dengan realitas masyarakat Indonesia.
Nama Put On merujuk pada tokoh utama dalam komik tersebut, sosok pria bertubuh tambun, polos, dan sering mengalami nasib sial namun disajikan secara humoris. Komik ini diterbitkan secara rutin dua kali seminggu dan menjadi bacaan populer di kalangan masyarakat, khususnya komunitas Tionghoa peranakan.
Put On sering dianggap sebagai komik strip Indonesia pertama, sekaligus tonggak penting lahirnya komik lokal. Tokoh ini muncul di tengah dominasi komik pahlawan asing, dengan menghadirkan figur yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Tionghoa di Indonesia. Melalui kisah sederhana tentang kehidupan seorang bujangan di Jakarta, Kho Wan Gie merekam berbagai peristiwa sosial dan politik zamannya, seperti banjir, kelangkaan kebutuhan pokok, kegiatan olahraga internasional, hingga semangat nasionalisme.
Lebih dari sekadar hiburan, Put On berfungsi sebagai sarana dokumentasi sosial dan budaya. Humor yang digunakan menjadi medium kritik halus terhadap realitas kehidupan masyarakat urban pada masanya. Karena nilai sejarah dan budayanya, komik ini diterbitkan ulang pada tahun 2008 untuk memperingati seratus tahun kelahiran Kho Wan Gie, sebagai upaya pelestarian karya budaya populer Indonesia yang pernah berjaya namun sempat terlupakan.

