Raden Gunungsari
Komik Superhero tidak melulu tentang tokoh Superman, Batman, Hulk, Iron Man dan lain sebagainya. Dibalik tenarnya komik garapan luar negeri yang tergabung dalam DC Universe atau Marvel Universe, tersemat kebanggaan tersendiri komik – komik superhero karya anak bangsa. Pada tahun 1950an, para komikus lokal mulai mencoba membuat komik superhero dengan kearifan lokal.
Karya pertamanya adalah Sri Asih yang digarap oleh R.A Kosasih pada tahun 1954. Sri Asih adalah hasil gabungan konsep lokal dan Amerika. Konsep lokal diwakili lewat penokohan yang menyerupai wayang golek dan konsep Amerika diwakili lewat storytelling-nya. Keberhasilan Sri Asih tersebut mendorong komikus lain untuk membuat komik superhero lainnya. Sejak saat itu, lahirlah superhero-superhero Indonesia generasi pertama seperti Siti Gahara, Putri Bintang, dan Garuda Putih. Disusul oleh beberapa tokoh lakon yang masih mengangkat kearifan lokal Indonesia seperti Gundala Putra Petir (Karya Hasmi tahun 1969), Merpati, Pangeran Melaar, Godam (Karya Widi NS tahun 1969) dan Tira (Karya Nono GM tahun 1975) , Caroq, Si Buta dari Goa Hantu (Karya Ganesh TH tahun 1967) Wiro Sableng dan masih banyak lainnya.
Memasuki era 1990-2000an, serbuan film Hollywood membuat film superhero Indonesia kehilangan daya tariknya. Alhasil, genre superhero pun beralih ke layat TV.

