Untung ato Buntung?
Lotre resmi pertama di Indonesia, NALO (National Lottery), diikuti oleh versi daerahnya, LODA (Lotre Daerah). Setelah keduanya ditutup, muncul Undian Harapan dengan sistem mirip, yaitu pembeli kupon resmi bisa memenangkan hadiah besar. Tak lama kemudian, muncul lagi Porkas, yang katanya singkatan dari forecast, yaitu ramalan hasil pertandingan sepak bola dunia, dengan klaim hasilnya membantu pembiayaan olahraga nasional, meskipun kebenarannya tak banyak diketahui.
Porkas sendiri merupakan singkatan dari Pekan Olahraga dan Ketangkasan yang pernah ada pada masa orde baru, setelah melakukan penelitian dan studi banding hingga ke Inggris sekitar tahun 1985. Penarikan perdana kupon undian Porkas di Jakarta dilaksanakan pada awal tahun 1986. Kios pedagang Porkas dan pemasangnya di Pondok Kelapa, Bekasi, Jawa Barat 1987. Para pembeli Porkas akan menebak hasil pertandingan Sepakbola dengan besaran hadiah hingga 100 juta rupiah. Kios Pedagang Porkas, di Jakarta mulai menjamur pada tahun 1987. Pada tahun 1988, Porkas kemudian berkembang tidak melulu soal tebakan skor melainkan juga daya terka dalam menyusun huruf. Hingga akhirnya Porkas dilarang peredaraanya pada tahun 1993 karena dianggap meresahkan dan bertentangan dengan norma sosial kemasyarakatan serta menyebabkan bertambahnya kesenjangan sosial.
Banyak dari pembeli Porkas yang juga tergiur untuk mendapatkan angka yang sesuai dengan undian dengan cara yang tidak biasa. Ada dari mereka kala itu yang pergi ke pinggiran hutan dimana terdapat pohon besar yang dianggap bertuah, ada juga mereka pergi ke lereng gunung dimana banyak masyarakat mengatakan tempat tersebut wingit untuk mendapatkan nomor keberuntungan. Namun semua itu sebenarnya merupakan hal yang salah kaprah serta dan tidak ada gunanya, kenapa? Undian berhadiah, pada dasarnya adalah sesuatu yang berkenaan dengan ilmu hitung peluang, dan tanpa mencari wangsit atau hal – hal mistis seperti itu, peluang munculnya nomor dapat dihitung secara tepat. Jadi kerdilnya pemikiran pada masa itu membuat seseorang tidak maju dan terjajah. Pada akhirnya, bandar lah yang tetap diuntungkan. Mau terus dibodohi dengan bentuk porkas masa kini yang sudah bertransformasi menjadi lotere spin dengan pengendalian penuh dari pemilik server?

