Sunan Drajat

Sayyid Raden Qosim

Sunan Drajat, atau Sayyid Raden Qosim (juga dikenal sebagai Raden Qosim Fatah), lahir di Surabaya sekitar tahun 1470 sebagai putra Sunan Ampel dan Chandra Kirana (putri Brawijaya V dari Majapahit), dibesarkan dalam lingkungan pesantren Giri dan Ampel dengan pendidikan agama Islam mendalam serta nilai-nilai keadilan sosial dari ayahnya. Sebagai Wali Songo ke-4, ia berdakwah di Drajat, Lamongan, dengan pendekatan unik melalui kegiatan sosial seperti mendirikan panti asuhan, madrasah gratis, dan koperasi rakyat untuk mengajarkan Islam lewat dermawan, kerja keras, gotong royong, serta peningkatan kemakmuran ekonomi, seperti usaha pertanian, perdagangan halal, dan bantuan kepada fakir miskin, sehingga masyarakat pedesaan merasakan pengalaman agama yang nyata dan membumi tanpa paksaan. Perjuangannya menekankan akhlak mulia, kesederhanaan, dan harmoni sosial. Sunan Drajat memiliki peran penting dalam upaya pemberdayaan masyarakat di wilayah Lamongan, terutama pada sektor pertanian. Melalui pendekatan dakwah yang bersifat sosial sekaligus teknis, beliau berhasil mengubah kawasan yang semula tandus menjadi lahan yang produktif. Beliau membimbing masyarakat dalam menerapkan cara-cara pengolahan tanah yang sebelumnya kering dan kurang subur, khususnya di daerah pesisir Paciran, hingga mampu dimanfaatkan sebagai lahan pertanian yang memberikan hasil. Beliau terus memperluas pengaruh Islam di Jawa Timur melalui murid – murid dan jaringan sosial, hingga wafat sekitar tahun 1533 dan dimakamkan di Drajat, Lamongan, yang kini menjadi situs ziarah simbol dakwah kemanusiaannya.

Hubungi WhatsApp Kami