Sunan Gunung Jati

Sayyid Al-Kamil

Sunan Gunung Jati, atau Sayyid Al-Kamil, lahir di Kairo, Mesir, sekitar 1448 dari keturunan Rasulullah, dikenal cerdas dan tekun menuntut ilmu agama serta kemasyarakatan. Ia datang ke Nusantara, menetap di Cirebon, menikah dengan bangsawan setempat, dan menyebarkan Islam sebagai Wali Songo melalui dakwah budaya, perkawinan politik, seni, serta pendirian Kesultanan Cirebon yang jadi pusat pendidikan dan perlawanan terhadap Portugis. Pada tahun 1527, Sunan Gunung Jati berjuang melawan Portugis dengan membendung perluasan kekuasaan Portugis di Jawa Barat melalui pengutusan Fatahillah (Falatehan) untuk merebut Sunda Kelapa. Usaha ini berhasil menggagalkan persekutuan Portugis – Pajajaran, mengamankan jalur perdagangan Islam, dan mendirikan Jayakarta sebagai benteng pertahanan. Kemenangan ini memperkokoh kekuasaan Islam di Jawa Barat dan memindahkan fokus perdagangan ke Banten. Perjuangannya menguatkan Islam di Jawa Utara, Banten, dan Sunda hingga wafat di Cirebon pada 19 September 1568. Beliau dimakamkan di Gunung Sembung, dan namanya kini diabadikan menjadi nama Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati.

Hubungi WhatsApp Kami