Sunan Muria

Raden Gunungsari

Sunan Muria, atau Raden Umar Said (bergelar Sayyid Umar Said), lahir sekitar awal abad ke-16 di Desa Sembung, Jawa Tengah, sebagai putra Sunan Kalijaga, Wali Songo paling berpengaruh dan Sayyidah Dewi Saroh binti Sayyid Ishaq Tamsyi dari keturunan Arab religius, dibesarkan dengan pendidikan ilmu agama, tasawuf, dan seni di lingkungan pesantren ayahnya sebelum pindah ke lereng Gunung Muria, Kudus, untuk berdakwah mandiri. Sebagai Wali Songo ke-7, ia mengikuti metode ayahnya dengan akulturasi budaya, menggunakan kesenian rakyat seperti tembang ciliki jenis Sinom dan Kinanthi, yang diciptakannya dipadukan gamelan dan wayang untuk menyampaikan tauhid, akhlak mulia, serta Islam yang mudah diterima petani pedesaan, sambil mendirikan pesantren sebagai pusat pendidikan tanpa paksaan. Perjuangannya fokus Islamisasi Jawa Tengah utara, menentang sisa pengaruh Hindu-Buddha Majapahit, menjaga harmoni sosial melalui toleransi, dan menjadi penasehat spiritual kerajaan lokal, hingga wafat sekitar tahun 1560 dan dimakamkan di Bukit Muria, Kudus, yang kini jadi situs ziarah simbol peran abadinya dalam dakwah seni rakyat.

Hubungi WhatsApp Kami