Kelimpahan, Kesejahteraan dan Kekayaan
Babi dipandang sebagai simbol kelimpahan, kesejahteraan, dan kekayaan yang kuat pada masa Kerajaan Majapahit (abad ke-14 hingga ke-15 M). Hal ini dibuktikan melalui temuan arkeologis berupa sejumlah artefak celengan terakota berbentuk babi (celeng) yang ditemukan di kawasan Trowulan, yang merupakan bekas ibu kota Majapahit. Figur babi yang digambarkan bertubuh gemuk pada celengan tersebut dimaknai sebagai lambing kehidupan yang sejahtera dan berkecukupan. Wadah ini difungsikan untuk menyimpan berbagai jenis mata uang pada masa itu. babi dalam kebudayaan Majapahit melambangkan harapan agar harta (uang) yang disimpan tidak akan habis, mirip dengan prinsip celengan babi yang populer hingga saat ini

