Masih ingatkah kalian dengan serial televisi legendaris “Si Unyil” yang pernah menemani masa kanak-kanak masyarakat Indonesia pada zaman Orde Baru? Serial Si Unyil ini menjadi populer karena tidak hanya sebagai penghibur, melainkan juga mengajarkan hal-hal yang bermanfaat.
Sebelum sukses menjadi seri televisi, boneka Si Unyil ini bermula dari boneka wayang yang buatan Drs. Suyadi, lulusan Seni Rupa ITB. Drs. Suyadi juga memerankan tokoh Pak Raden dalam wayang Si Unyil.
Drs. Suyadi mulai menciptakan serial Si Unyil pada tahun 1980-an. Dalam proses tersebut, Drs. Suyadi menjadi penata artistik dan pembuat boneka-boneka Si Unyil, yakni Pak Raden, Pak Ogah, dan Meilani. Dalam proses pembuatan Si Unyil, Drs. Suyadi telah membuat sekitar 300 boneka yang nantinya memunculkan boneka-boneka wayang ramah anak.

Kemudian di tahun 1980-an Suyadi bergabung dengan Pusat Produksi Film Nasional (PPFN) dan mulai tayang pertama kali di TVRI pada 5 April 1981. Serial Si Unyil ini menceritakan tentang keseharian Unyil dan teman-temannya di Desa Sukamaju.
Di balik cerita sederhana tersebut, terselip berbagai pesan moral, mulai dari pentingnya gotong royong hingga kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Namun, sayangnya pada 21 November 1993, tayangan asli Si Unyil ini berakhir.
Akan tetapi, Si Unyil kembali muncul di RCTI pada 21 April 2002 hingga awal 2003 dan berpindah ke TPI pada pertengahan 2003 hingga akhir 2003. Selanjutnya, Si Unyil hadir kembali lewat program “Laptop Si Unyil” yang menekankan tentang perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan alam di Trans7 pada tahun 2017.
