Anoman atau Hanoman merupakan tokoh pewayangan berwujud kera putih yang memiliki kemampuan berbicara, berpikir, dan berperilaku layaknya manusia. Ia dikenal dengan berbagai nama dan gelar, seperti Anjaniputra (putra Dewi Anjani), Bayudara (putra Bathara Bayu), Handayapati (memiliki kekuatan yang sangat besar), Yudawisma dan Senggana (panglima perang), Palwagaseta (kera putih), Ramandayapati (putra angkat Sri Rama), Suwiyuswa (berumur panjang), serta Mayangkara, yaitu gelar yang diperolehnya setelah menjadi pendeta di Pertapaan Kendalisada.
Dalam kisah pewayangan, Anoman disebut sebagai putra Bathara Guru dengan Dewi Anjani dan merupakan makhluk yang sangat dikasihi oleh para dewata. Kesetiaan, keberanian, serta pengorbanannya membuat Anoman memperoleh berbagai anugerah dan kesaktian. Ia memiliki kemampuan bertiwikrama serta menguasai Aji Sepiangin dari Bathara Bayu, Aji Pameling dari Bathara Wisnu, dan Aji Mundri dari Resi Subali. Anoman juga ditakdirkan memiliki umur yang sangat panjang sehingga dapat hidup sejak zaman Ramayana hingga zaman Mahabharata, bahkan memasuki zaman Madya.
Dalam kisah Ramayana, Anoman membantu Prabu Rama dan Laksmana mencari Dewi Sinta yang diculik oleh Rahwana. Dengan menyamar sebagai kera kecil, ia berhasil menemukan Sinta di Kerajaan Alengka. Sinta kemudian memberikan tusuk konde kepadanya sebagai tanda untuk menyampaikan pesan kepada Rama. Ketika Rahwana mengetahui keberadaan Anoman, ia memerintahkan pasukannya menangkap dan membakarnya. Namun, api tidak mampu membakar tubuh Anoman. Ia justru melepaskan diri, melayang ke angkasa, lalu menggunakan api untuk membakar bangunan-bangunan di Kerajaan Alengka. Peristiwa tersebut menjadikan Anoman sebagai simbol keberanian, kesetiaan, dan pengorbanan.
Kisah kepahlawanan Anoman dapat ditemui melalui koleksi pewayangan di Museum Gubug Wayang. Salah satunya adalah koleksi tokoh Anoman yang berada di lantai 2 museum. Keberadaan koleksi tersebut menjadi bagian dari upaya museum dalam memperkenalkan tokoh-tokoh pewayangan sekaligus menjaga warisan budaya Nusantara agar tetap dikenal oleh generasi masa kini.
