Museum Gubug Wayang bekerja sama dengan Diskopukmperindag Kota Mojokerto untuk memamerkan koleksi, yaitu wayang potehi. Booth Kota Mojokerto menjadi pusat perhatian para Walikota yang hadir dalam acara tersebut.
Dengan adanya rekor dunia ini, Museum Gubug Wayang semakin membuktikan komitmennya dalam melestarikan dan mempromosikan budaya Indonesia.
Mendapatkan penghargaan Rekor Dunia dari LEPRID atau Lembaga Prestasi Indonesia Dunia. Koleksinya yang mendapat rekor ialah koleksi manik-manik dengan judul Koleksi Manik-manik Majapahit dari daerah Trowulan terbanyak se-dunia.
Menyelenggarakan acara puncak perayaan ulang tahun Museum Gubug Wayang yang ke-10. Bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2025.
Di hari kedua perayaan, museum ini menyelenggarakan lomba mewarnai tingkat TK-SD. Dengan banyak peserta dari berbagai sekolah di sekitar Mojokerto. Awalnya, kuota peserta hanya sebanyak 50 orang, namun antusiasme yang luar biasa membuat jumlah peserta meningkat menjadi 60 orang.
Di hari pertama perayaan ulang tahun ke-10, museum ini menyelenggarakan lomba kolase yang diikuti oleh siswa-siswa dari KB PAUD di sekitar Mojokerto Raya.
Kali ini bersama Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) Museum Gubug Wayang mendapatkan rekor untuk koleksi Temuan Perunggu Majapahit dari daerah Trowulan Terbanyak.
Museum Gubug Wayang kembali menggebrak dengan event rutin tahunannya, Pekan Budaya Tari Kreasi Tradisi, yang kali ini mengusung tema wayang. Acara ini diselenggarakan pada 21 Juni 2025 di Museum Srimulat, Kota Batu.
Museum Gubug Wayang telah memperoleh penghargaan Rekor Dunia MURI sejumlah 11 Penghargaan. Semakin memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata edukatif yang mempromosikan kekayaan budaya Indonesia.
Museum Gubug Wayang mencapai prestasi gemilang dengan meraih rekor MURI ke-10, yaitu koleksi akik kalesdon dengan nama provinsi Indonesia terbanyak, yang menampilkan 38 provinsi di Indonesia.
