Museum Gubug Wayang bekerja sama dengan Diskopukmperindag Kota Mojokerto untuk memamerkan koleksi, yaitu wayang potehi. Booth Kota Mojokerto menjadi pusat perhatian para Walikota yang hadir dalam acara tersebut.
Sekolah yang terletak di Jl. Raya Timur Pasar No. 9 Kec. Gempol, Pasuruan ini memboyong lebih dari 100 siswa siswi beserta pendampingnya.
Dengan adanya rekor dunia ini, Museum Gubug Wayang semakin membuktikan komitmennya dalam melestarikan dan mempromosikan budaya Indonesia.
Sekolah di Tulungagung datang jauh-jauh ke Museum Gubug Wayang menempuh jarak hampir 3 jam untuk sampai ke Mojokerto.
Lebih dari 30 mahasiswa dari Universitas Surabaya beserta pendampingnya berwisata edukasi ke Museum Gubug Wayang. Mulai dari Jepang, Timor Leste, Austria, dan bahkan ada yang berasal dari Uzbekistan.
Mendapatkan penghargaan Rekor Dunia dari LEPRID atau Lembaga Prestasi Indonesia Dunia. Koleksinya yang mendapat rekor ialah koleksi manik-manik dengan judul Koleksi Manik-manik Majapahit dari daerah Trowulan terbanyak se-dunia.
Menyelenggarakan acara puncak perayaan ulang tahun Museum Gubug Wayang yang ke-10. Bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2025.
Di hari kedua perayaan, museum ini menyelenggarakan lomba mewarnai tingkat TK-SD. Dengan banyak peserta dari berbagai sekolah di sekitar Mojokerto. Awalnya, kuota peserta hanya sebanyak 50 orang, namun antusiasme yang luar biasa membuat jumlah peserta meningkat menjadi 60 orang.
Di hari pertama perayaan ulang tahun ke-10, museum ini menyelenggarakan lomba kolase yang diikuti oleh siswa-siswa dari KB PAUD di sekitar Mojokerto Raya.
Sekolah ini terletak di Kecamatan Puri, Kota Mojokerto. Memboyong seluruh siswa di sekolahnya hampir 100 siswa dan siswi beserta pendampingnya.
