Museum Gubug Wayang kembali menjadi destinasi edukatif yang menarik perhatian sekolah-sekolah dari berbagai daerah. Kali ini, SDI Ar-Roushin Fikr dari Jombang datang berkunjung dengan membawa lebih dari 90 siswa.
Siswa-siswi pertukaran pelajar dari SMA Negeri 1 Puri, jurusan bahasa, yang berasal dari Jerman, mengunjungi Museum Gubug Wayang.
Museum Gubug Wayang Mojokerto kembali menjadi tujuan wisata edukatif bagi pelajar dari luar kota. Kali ini, rombongan dari SMK Negeri 1 Plosoklaten, Kediri.
Kunjungan TK Nur Azizah ke Museum Gubug Wayang ini dapat meningkatkan kesadaran dan apresiasi anak-anak terhadap budaya dan sejarah.
Sebanyak hampir 100 siswa MI Thoriqussalam Sidoarjo mengunjungi Museum Gubug Wayang di Kota Mojokerto pada.
Kunjungan SMKI Baburrohmah juga menjadi pengingat bahwa anggapan lama tentang anak SMK yang identik dengan hal negatif tidak sepenuhnya benar.
Sekolah ini terletak di Kecamatan Puri, Kota Mojokerto. Memboyong seluruh siswa di sekolahnya hampir 100 siswa dan siswi beserta pendampingnya.
Rektor Universitas Ciputra Bapak Ir. Yohannes Somawiharja bersama Tim Periplus, melakukan kunjungan ke Museum Gubug Wayang di Kota Mojokerto. Direktur Javabooks Periplus Indonesia yaitu Bapak Judo Suwidji, sebagai perwakilan dari Tim Periplus. Dan penulis buku Majapahit: Intrigue Betrayal and War in Indonesia’s Greatest Empire yaitu Herald Van Der Linden.
Kunjungan mahasiswa pertukaran pelajar dari Universitas Surabaya kali ini mengusung tema Edukasi Wisata Sejarah. Dengan topik Akulturasi Budaya di Indonesia. Sehingga, melalui kegiatan ini mereka dapat memperdalam pemahaman tentang sejarah dan budaya Indonesia.
Kegiatan berwisata sambil edukasi kali ini bersama TK Mandala Kota Mojokerto yang mengajak siswa-siswinya untuk mengenal budaya-budaya Indonesia. Siswa diperkenalkan dengan budaya sejak dini, agar mereka semakin mencintai budaya.
