Museum Gubug Wayang juga menyediakan fasilitas gratis berupa LKS (Lembar Kerja Siswa) yang membuat kunjungan ini semakin interaktif. Anak-anak bisa mengisi dan menjawab soal-soal yang ada di LKS sambil mendengarkan penjelasan tour guide.
Voluntiiran Surabaya dan Voluntiiran Mojokerto bekerja sama mengadakan acara tour museum yang menarik bagi anak-anak dari Panti Asuhan Ya Mubina. Acara ini bertujuan untuk memberikan pengalaman edukatif dan menyenangkan bagi anak-anak tersebut.
Dengan koleksi yang mencapai ratusan buah, Museum Gubug Wayang berhasil memecahkan rekor dunia untuk koleksi topeng malangan seri Mahabarata dan Baratayuda terbanyak dan terlengkap.
Museum Gubug Wayang menjadi saksi bisu keseruan rombongan siswa SDIT Ar-Ruhul Jadid Jombang yang berjumlah hampir 100 orang, termasuk pendamping. Dengan semangat yang meluap-luap, siswa-siswa ini siap menyerap ilmu tentang wayang dan budaya Indonesia.
Kunjungan SD Muhammadiyah Plus ke Museum Gubug Wayang ini harapannya dapat menjadi salah satu contoh bagi sekolah lain untuk memanfaatkan museum sebagai sarana edukasi yang efektif dan menyenangkan.
Museum Gubug Wayang kembali menjadi destinasi edukatif yang menarik perhatian sekolah-sekolah dari berbagai daerah. Kali ini, SDI Ar-Roushin Fikr dari Jombang datang berkunjung dengan membawa lebih dari 90 siswa.
Dalam acara tersebut, Liiongxhi menampilkan 16 barongsai dan 1 naga liong sebagai pertanda haul ke-16.
Pertunjukan Srimulat Surabaya ini menghadirkan sejumlah bintang tamu ternama seperti Tessy, Kadir dan Mami Okta. Serta para pelawak legendaris lainnya yang sukses menghibur penonton dengan aksi komedi khas Srimulat.
Museum ini secara resmi menerima Rekor Dunia dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) atas pencapaiannya. Yaitu, sebagai museum dengan koleksi Topeng Pandawa Kurawa Malangan terlengkap.
Siswa-siswi pertukaran pelajar dari SMA Negeri 1 Puri, jurusan bahasa, yang berasal dari Jerman, mengunjungi Museum Gubug Wayang.
