Museum Gubug Wayang Group kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Museum resmi menerima penghargaan rekor kelas dunia dari LEPRID (Lembaga Prestasi Indonesia Dunia) atas koleksi Wayang Golek Pakuwan terlengkap.
Pendiri sekaligus Ketua Umum LEPRID, Paulus Pangka, memberikan penghargaan tersebut secara langsung kepada CEO Museum Gubug Wayang Group, Dea Putri Njoto. Penyerahan rekor dunia ini menjadi simbol kepercayaan dan apresiasi terhadap peran Museum Gubug Wayang.
Penghargaan atas capaiannya sebagai museum dengan koleksi ragam wayang golek Punokawan terlengkap. Koleksi istimewa ini berada di Museum Ganesya Malang yang berlokasi di kawasan wisata Hawaii Waterpark, Kota Malang.
Dengan koleksi yang mencapai ratusan buah, Museum Gubug Wayang berhasil memecahkan rekor dunia untuk koleksi topeng malangan seri Mahabarata dan Baratayuda terbanyak dan terlengkap.
Museum ini secara resmi menerima Rekor Dunia dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) atas pencapaiannya. Yaitu, sebagai museum dengan koleksi Topeng Pandawa Kurawa Malangan terlengkap.
Museum Gubug Wayang Group telah beberapa kali meraih rekor dunia, dan ini merupakan kebanggaan bagi Indonesia. Kami berharap museum ini dapat terus menjadi pusat edukasi dan pelestarian budaya Bangsa.
Kabar membanggakan datang dari Museum Gubug Wayang Mojokerto, yang baru saja meraih Rekor Dunia dari Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (LEPRID). Museum Gubug Wayang mendapatkan prestasi museum dengan koleksi wayang kulit Punokawan terlengkap di dunia.
Museum Gubug Wayang menerima penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia sebagai museum dengan koleksi binggel terbanyak di dunia.
Bapak Paulus Pangka sebagai pendiri, memberikan penghargaan tersebut secara langsung kepada Dea Putri Njoto, Direktur Utama Museum Gubug Wayang Group.
Penganugerahan rekor dunia dari LEPRID ini semakin mengukuhkan peran Museum Gubug Wayang Group sebagai salah satu lembaga pelestari budaya dan sejarah di Indonesia.
