Museum Gubug Wayang tidak hanya menyimpan beragam koleksi seni dan budaya, tetapi juga menghadirkan berbagai koleksi unik yang memiliki nilai edukatif dan menarik untuk dipelajari. Salah satunya adalah koleksi batuan dan kristal yang memperlihatkan keindahan serta keunikan proses alam yang berlangsung dalam waktu yang sangat panjang.
Setiap batu memiliki karakteristik dan proses pembentukan yang berbeda, mulai dari batuan yang terbentuk akibat perubahan suhu dan tekanan, fosil kayu yang mengalami proses mineralisasi, hingga kristal yang terbentuk melalui proses alamiah.
Di museum gubug wayang, terdapat beberapa batu kristal yang terpajang sebagai koleksi, diantaranya sebagai berikut:
- MARMER (BATU PUALAM)
Marmer atau batu pualam merupakan batuan hasil proses metamorfosa atau malihan dari batu gamping. Pengaruh suhu dan tekanan yang dihasilkan oleh gaya endogen menyebabkan terjadi rekristalissasi pada batuan tersebut. Ada banyak motif pada marmer, tergantung pada struktur gamping sebagai bahan dasarnya. Marmer banyak dihasilkan di beberapa daerah di Indonesia.

- FOSIL KAYU KELOR (PETRIFIED WOOD)
Fosil adalah sesuatu organisme di mana semua bahan organiknya telah digantikan oleh mineral (biasanya sejenis silikat), dengan strukturnya tetap terjaga. Proses ini terjadi do bawah tanah, ketika sesuatu organisme terkubur dua bawah lapisan sedimen. Air yang banyak mengandung mineral masuk ke dalam sel-selnya. Mayoritas fosil kayu di bumi diyakini berusia antara 65 hingga 570 tahun.

- BATU KRISTAL
Batuan kristal salah satu hasil buatan alam yang salah satunya bersumber dari muntahan magma. Saat magma mendingin, kristal mineral tumbuh darinya, seperti air yang membeku menjadi es batu. Bagian dalamnya berupa struktur yang masif, sementara bagian luarnya dapat berupa lapisan serupa salju, garam dapur, atau intan. Bongkahan mineral ini adalah bagian dalam tersebut.

- BATU KRISTAL INTAN
Secara umum, zat cair membentuk kristal ketika mengalami proses pemadatan. Batu kristal ini terbentuk pada kondisi ideal, sehingga hasilnya bisa berupa kristal tunggal, yang semua atom-atom dalam pemadatannya “terpasang” pada kisi atau struktur kristal yang sama. Alhasil, kita melihat batu ini dilapisi kristal sejenis, serupa intan dengan ukuran yang cukup besar.
